Target Man United Finish di Posisi Setinggi Mungkin

Target Man United Finish di Posisi Setinggi Mungkin
Target Man United Finish di Posisi Setinggi Mungkin

Target Man United Finish di Posisi Setinggi Mungkin

Manchester United sukses menjuarai Piala Liga 2016-2017. Setelah mendekap satu gelar, Setan Merah kini harus memastikan posisi finis setinggi mungkin di Premier League musim ini.

Sampai pekan ke-26, Manchester United masih berada di peringkat keenam. Mereka tak beranjak dari tempat tersebut selama 15 pekan terakhir.

Akan menuntaskan musim di peringkat berapakah pasukan Jose Mourinho?

Tiket ke pentas kontinental – Liga Europa – untuk musim 2017-2018 sudah didapatkan melalui status juara Piala Liga.

Namun, Wayne Rooney cs jelas tak mau sebatas menargetkan tampil di Liga Europa lagi musim depan. Setan Merah ingin memastikan diri kembali ke habitat mereka di Liga Champions.

Jatah ke pentas antarklub terakbar Eropa itu bisa diperoleh dengan cara finis di empat besar klasemen. Saat ini, Man United berada di peringkat keenam atau segaris di luar zona antarklub Eropa.

Kaitannya dengan trofi Piala Liga, kubu Setan Merah menghadapi fakta bahwa peluang finis di zona Eropa, secara spesifik area Liga Champions, terhalang tradisi.

Jika dipersempit dalam 10 tahun terakhir, mayoritas pemenang gelar Piala Liga tidak mengalami perubahan nasib yang berarti soal kiprah di Premier League.

Dari 10 tim juara Piala Liga, hanya Manchester City 2014 yang menyelesaikan Premier League di posisi lebih tinggi ketimbang peringkat mereka ketika melakoni momen final Piala Liga.

Man City berada di peringkat keempat menjelang final Piala Liga 2013-2014 versus Sunderland (2/3/2014). Rupanya titel ajang itu menjadi bantuan pemercik motivasi Sergio Aguero cs di kancah EPL.

Man City akhirnya menuntaskan kompetisi sebagai juara Premier League kala itu atau naik tiga anak tangga dari posisinya ketika final Piala Liga.

Sebanyak tujuh kali kampiun Piala Liga merampungkan musim EPL di peringkat yang sama dengan posisi mereka saat laga puncak digelar.

Kejadian itu dialami oleh Chelsea (juara 2007, 2015), Tottenham Hotspur (2008), Man United (2009, 2010), Swansea City (2013), dan Man City (2016).

Birmingham (2011) dan Liverpool (2012) bahkan malah melorot di klasemen akhir Premier League dibandingkan posisi saat final Piala Liga.

Kalau tradisi itu dijadikan acuan, Man United harus berupaya meniru rival mereka, Man City, tiga tahun silam jika tak mau tetap terpaku di luar zona antarklub Eropa seperti sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *