Mana Yang Lebih Baik Untuk Liverpool, Klopp Atau Rodgers ?

Mana Yang Lebih Baik Untuk Liverpool, Klopp Atau Rodgers ?
Mana Yang Lebih Baik Untuk Liverpool, Klopp Atau Rodgers ?

Mana Yang Lebih Baik Untuk Liverpool, Klopp Atau Rodgers ?

Kekalahan yang diterima Liverpool FC dari Leicester City, Senin (27/2/2017), memunculkan lagi pertanyaan soal hasil kerja pelatih mereka, Juergen Klopp. Benarkah dia sudah membawa The Reds ke arah lebih baik daripada pendahulunya, Brendan Rodgers?

Liverpool takluk 1-3 di tangan Leicester City, sang juara bertahan yang sedang berkutat di sekitar zona degradasi. Itulah kekalahan kelima yang diderita Si Merah musim ini di Premier League.

Secara khusus, empat di antaranya justru terjadi saat meladeni tim papan bawah, yakni Leicester, Hull City, Bournemouth, dan Swansea City.

Bila diambil rentang lebih jauh, kini Liverpool sudah menelan 13 kekalahan sejak ditangani Klopp. Pria Jerman berusia 49 tahun itu mulai menduduki kursi pelatih The Reds pada 8 Oktober 2015.

Masa baktinya dimulai setelah manajemen memecat Brendan Rodgers (44). Alih-alih memperbaiki pencapaian Rodgers, Liverpool seperti jalan di tempat bareng Klopp jika patokannya adalah raihan poin.

Dalam 56 partai Premier League di bawah polesan Klopp, The Reds meraup 97 angka dari hasil 27 kemenangan, 16 kali imbang, dan 13 kali kalah.

Rekor tersebut tidak istimewa lantaran identik dengan catatan Rodgers dalam 56 partai perdananya bersama Liverpool di liga: 27 kemenangan, 16 kali imbang, 13 kali kalah. Sama persis!

Melihat fakta tersebut, apakah keputusan klub mengangkat Klopp sebagai penerus Rodgers – kini pelatih Celtic FC – bisa dikatakan tepat?

Seperti yang diapungkan media Inggris, benarkah publik Liverpool mulai merindukan sosok Rodgers, yang nyaris membawa Reds juara Premier League2013-2014?

Ketika itu, Liverpool berkat ledakan Luis Suarez finis sebagai runner-up di bawah Manchester City.

Tinggal tersisa 12 pekan untuk melihat bukti ampuh tidaknya racikan Klopp mengangkat performa tim dalam musim penuh perdananya di Liverpool pada 2016-2017.

Sang pelatih toh sudah mengakui bahwa posisinya tidak lagi aman di balik kemudi.

“Saya dan Liverpool harus lebih serius. Kami bermain untuk masa depan, termasuk saya sendiri. Saya bertanggung jawab atas hasil-hasil yang diraih klub,” ucap Klopp, dikutip Daily Mail.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *