Liga Champions, Man City Enggan Bernasip Serupa Dengan United

Liga Champions, Man City Enggan Bernasip Serupa Dengan United
Liga Champions, Man City Enggan Bernasip Serupa Dengan United

Liga Champions, Man City Enggan Bernasip Serupa Dengan United

Pertandingan baru berjalan lima menit, tapi publik Old Trafford sudah terdiam karena sepakan voli keras striker Monaco, David Trezeguet, menjebol gawang Manchester United yang dikawal Raimond van der Gouw.

Setan Merah pada akhirnya bisa menyamakan kedudukan via Ole Gunnar Solskjaer. Tapi, skor 1-1 di Old Trafford sudah cukup bagi Monaco untuk memastikan kelolosan ke semifinal Liga Champion 1997-1998.

Monaco unggul agresivitas gol tandang. Pada leg I di Stade Louis II, kedua tim berbagi skor kacamata (0-0).

Berselang 18 tahun, warna merah berganti biru. Lawan Monaco di fase gugur Liga Champion bukan lagi Man. United, tapi sang tetangga, Man. City.

Man. City jelas enggan bernasib serupa dengan United. Demi menghindari potensi bencana, ahli strategi City, Pep Guardiola, sampai repot-repot terbang ke Paris pada 29 Januari silam guna memantau laga PSG vs Monaco.

“Impresi saya terhadap Monaco saat melawan PSG adalah mereka benar-benar tim tangguh. Mereka mencetak banyak gol dan sangat mengandalkan kekuatan fisik. Kami mesti pergi ke pusat kebugaran beberapa hari ke depan,” tutur Guardiola di Manchester Evening News.

Monaco pantas membuat cemas David Silva dkk. Skuat beralias Les Monegasques itu berstatus sebagai tim paling produktif di lima liga besar Eropa.

Bersahabat Tanah Inggris juga sangat bersahabat bagi mereka. Tak perlu mundur terlalu jauh untuk melihat kegemilangan Les Monegasques di Negeri Ratu Elizabeth II.

Pada babak fase grup Liga Champion 2016/17, Monaco menang 2-1 atas Tottenham di stadion sakral Inggris, Wembley.

Pencapaian yang patut diapresiasi mengingat City tak pernah mereguk poin penuh dalam sepasang duel melawan Tottenham di Premier League musim ini (0-2; 2-2).

Monaco mampu lolos lima kali dalam enam bentrokan bersistem dua legterbaru melawan wakil-wakil Inggris.

Catatan itu termasuk ketika mereka menyingkirkan Man. United (agregat 1-1/perempat final LC 1997/98), Chelsea (5-3/ semifinal LC 2003/04), dan Arsenal (3-3/16 besar LC 2014/15).

“Kami bukan favorit. Tapi, kami percaya kepada kualitas tim,” kata pelatih Monaco, Leonardo Jardim berupaya merendah.

Bernardo Silva cs. punya kans untuk bikin kejutan lagi di Inggris. Sekalipun gagal menuai kemenangan, raihan gol tandang seharusnya bisa mereka amankan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *